Pelayanan Ro-ro 24 Jam dan Kemajuan Ekonomi Bengkalis
dibaca: 4664 kaliBerita Sebelumnya
- Foto Bukti Bocor, Tak ada Satupun Ketua Desa Yang Hadir
- Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan, Wabup Bagus Santoso Hadiri Panen Raya TNI di Siak Kecil
- Pemkab Bengkalis Matangkan Persiapan Hari Jadi Ke - 514 Bengkalis
- Titip Aspirasi Beasiswa, BPJS, hingga Infrastruktur
Berita Terkait
- Anggota Komisi IV Rahmah Yenny, M.Si : Gedung rawat inap dan fasilitas ambulan harus segera difungsi
- Cegah Covid - 19, Koramil 08/Merbau kembali gelar Gakplin Protokol Kesehatan di Desa Kudap.
- Cegah Karlahut, BPBD Bengkalis lakukan patroli rutin disejumlah wilayah.
- Cegah Karhutla, Babinsa Koramil 08/Merbau Gelar Patroli di Desa Renak Dungun dan Desa Tanjung Bunga.
- Cegah Covid - 19, Babinsa Koramil 08/Merbau kembali gelar Gakplin Protokol Kesehatan.
- Koramil 05/Rupat Gelar Apel Siaga Pengamanan Pilkada 2020.
BENGKALIS - Transportasi menjadi salah kendala akses ke pulau Bengkalis. Dimana, penyeberangan Ro-ro Bengkalis tidak beroperasi penuh 24 jam, sehingga arus orang dan barang keluar masuk pulau Bengkalis pun menjadi terbatas.
"Untuk memecahkan kebuntuan transportasi ke pulau Bengkalis bisa dilakukan dengan pengoperasian Ro-Ro penyeberangan 24 jam penuh," kata penggiat ekonomi, Herman Boedoyo, Rabu (21/10/2020).
Dikatakan Herman, apabila RoRo penyeberangan Sei Pakning-Bengkalis bisa beroperasi 24 jam, ini akan membawa pengaruh terhadap geliat ekonomi.
"Kalau sudah ada kepastian transportasi beroperasi 24 jam, tentunya akan mudah mengatur lalu lintas barang dan orang di penyeberangan. Tidak saling kejar antara arus orang dan barang," ujar pria yang pernah menjabat sebagai direktur BUMD Riau, PT Jamkrida.
Dengan teratur dan adanya kepastian transportasi bisa diakses kapan saja, lanjut Herman, maka kepastian barang pun terjamin. Dengan demikian, geliat dan pertumbuhan ekonomi bisa berkembang di Bengkalis.
"Dan akan menjadi bagus lagi jika di pulau Bengkalis itu ada sesuatu yang fokus disana. Misalnya, pulau Bengkalis menjadi daerah pendidikan atau wisata. Ini akan semakin menjadi daya tarik," tegas Herman. (rls)
Print Berita0 Komentar
Tulis Komentar
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

